Latest Entries »

Selama seminggu terakhir, saya banyak berkomunikasi dengan para Shi Xiong (sebutan untuk relawan laki-laki) dan Shi Jie (sebutan untuk relawan perempuan) yang sudah senior di Tzu Chi. Potensi Tzu Chi dalam mengedukasi masyarakat memang luar biasa besar. Jaringan yang luas dan diperkuat dengan sumber pendanaan yang cukup kuat memungkinkan Tzu Chi untuk terus bersumbangsih demi kemanusiaan.

Namun demikian, kadang masalah yang timbul adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang penuh semangat dan dedikasi dalam menjalankan aktifitas di dunia relawan ini. Dari hasil  pembicaraan dengan salah satu Shi Jie yang bernama Elly, saya mengetahui bahwa peminat Tzu Chi di Indonesia benar-benar masih sangat minim. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan olehnya, masyarakat  di Malaysia justru sedang gencar-gencarnya mendaftarkan diri untuk bergabung dalam gerakan humanis Tzu Chi. Shi Jie tersebut bahkan menceritakan bahwa di Malaysia, masyarakatnya sampai harus mengantri..bayangkan!! RELA MENGANTRI….hanya untuk dapat diterima menjadi insan pembela kemanusiaan tersebut.

Lalu, apakah alasan saya yang sebenarnya sehingga saya memutuskan untuk bergabung dengan Tzu Chi?

Jawabannya sangat singkat….

PEMBELAJARAN…

Melalui Tzu Chi, saya menyadari luasnya peluang belajar yang ditawarkan oleh dunia…..

Seringkali seseorang merasa bahwa dirinya adalah yang paling hebat, sehingga mereka merasa gengsi untuk bergaul ataupun belajar dari orang lain. Padahal, relasi yang baik dengan setiap orang merupakan modal utama untuk mencapai kesuksesan hidup….

Dengan pola pikir yang saya anut, saya mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan siapa saja dan kapan saja…

Dengan demikian, kesempatan untuk belajar hal-hal baru akan semakin terbuka lebar…..

Intinya, proses pembelajaran itu tak akan pernah usai…

Dan di Tzu Chi…peluang belajar itu terbuka amat lebar….

Salam Passion Luar Biasa!!!

Teddy…

Pusat Budaya Humanis Tzu Chi

Espresso…

Dua minggu yang lalu, kata itu masih terdengar agak asing di telingaku…

Dari apa yang pernah kudengar, espresso adalah sebuah minuman yang terbuat dari biji kopi dengan rasa yang sangat pahit…

Dan ternyata memang benar….

Dua minggu di tempat baruku bekerja, aku sudah mencicipi lebih dari 50 cangkir espresso…

Semuanya benar-benar pahit, bung!! Hahaha….

Namun, tiap kali aku mencicipi espresso-espresso tersebut….

Aku merasa semakin diingatkan oleh pahitnya dunia….

Pahit dunia kadang terasa tidak mengenakkan…

Padahal…

Jika kita mau menelusuri rasa pahit tersebut, ada sejuta keindahan dan kenikmatan di dalamnya…

Kuncinya sangat sederhana….

Dengan tidak melawan rasa pahit tersebut, tetapi dengan menerimanya sebagai suatu hal yang elegan dan berkelas….

Sama seperti kita menikmati pahitnya espresso….

Pahit memang terasa..

Namun, dengan sense of art yang tinggi, cita rasa espresso yang pahit tersebut akan mengubah hidup kita menjadi lebih beraroma….

Espresso….

Gaya hidup baruku….

=D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.